Minggu, 06 Agustus 2017

Bukan Sekedar "Ibu"

Ibu.....
Banyak banget arti dari seorang Ibu kalau kita mau menjabarkan.  Mungkin bila air sebuah danau dijadikan tinta, tak kan cukup untuk menuliskan tentang sosok seorang "Ibu" (Halah, lebay mode on)

Banyaaaaak teman masa remaja saya yang seru, haha hihi bareng, ada yang serius, kalem, keibuan, tomboy banget, bahkan semi preman, berubah 180° ketika menjadi seorang ibu.

Perubahan-perubahan itu gak bakal habis kalo dijabari satu-satu, gak bakal cukup air danau dijadikan tinta untuk menuliskannya  (kok balik ke sono lagi yah? )

Ada teman saya yang lemah lembut, gampang sakit, sering gak masuk, sekarang jadi dosen di sebuah Universitas Negeri di kota yang berkembang pesat.

Ada yang serba bisa dan berprestasi, sekarang selain menjadi dosen, ustadzah dengan kenalan penggede-penggede, harus  menjadi single mother yang tegar karena rumah tangganya luluh lantak.

Ada yang bodooor banget waktu SMP, sekarang harus strong jadi single parent juga, yang menanggung ke 2 anak lelakinya yg masih kecil-kecil.

Ada juga yang tomboy abis, sekarang santun ber hijab syar'i. Dan ada yang lemah lembut tapi sangat tegar merawat anak istimewanya.

Dan masih banyak lagi teman-teman yang hasil akhirnya tidak sesuai dengan masa remajanya dulu.

Saya sendiri, IRT dengan 2 putri, gadis tomboy yang jauh dari kata keibuan. Teman-teman saya sering terbengong-bengong, kenapa saya "cuma" jadi seorang ibu rumah tangga, dan mereka juga bingung, kenapa saya bisa sangat santai dengan anugerah seorang anak #Hidrosefalus dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Dari teman-teman, saya belajar tentang banyak lika liku rumah tangga, kehidupan, dan arti sebuah perjuangan.

Dari anak-anak, saya belajar arti kasih sayang tulus, kesabaran, kekuatan, dan bersyukur.

Betapa rejeki dan karunia itu bukan cuma uang, tapi juga kesehatan, kemudahan, fasilitas,  sahabat,  suami yang baik dan seorang anak sulung yang memahami kebutuhan khusus adiknya.

Hidup mengajarkan banyak hal. Bisa merubah seseorang dari Nol menjadi bernilai lebih. Pengalaman dan usia semakin memantapkan kedewasaan kita.

Semua hanya titipan yang akan kita kembalikan dan dimintai pertanggung jawabannya.

Ibu, ibu, dan ibu
Ayah

Malang, 5 Agustus 2017


Dewi Ulunk
FB Dewi Ulunk
IG @dewi_ulunk